Erosi di Industri Percetakan Koran Amerika

Erosi di Industri Percetakan Koran Amerika

Airaproduction.com – Pada 15 tahun terakhir, industri percetakan koran mengalami penurunan dalam segi aktivitasnya di tengah gempuran teknologi digital, ironisnya terjadi tidak hanya satu industri tetapi industri percetakan lainnya mengalami hal yang serupa. Penurunan ini tidak terjadi dalam waktu cepat seperti halnya fenomena ledakan tetapi lebih seperti pergeseran struktural yang berlangsung selama satu dekade lamanya. Tercatat antara tahun 2000 hingga 2005 pendapatan dari iklan di koran menurun drastis dari 60 miliar dolar Amerika ke 20 miliar dolar Amerika. Jumlah ini menyapu bersih pendapatan dari 50 tahun lalu.

Penurunan geliat industri percetakan koran ini lebih cocok diibaratkan sebagai erosi yang stabil dibanding longsor. Fenomena ini tentu menjadi sesuatu yang menakutkan bagi jurnalis dan pembaca. Selain itu penurunan juga terjadi pada industri periklanan yang berdampak pada salah satu produknya di tabloid. Misalnya saja percetakan iklan di Gannet turun sebesar 15% dan McClatchy turun sebesar 17%. Bahkan media sebesar The Wall Street Journal memutuskan untuk melakukan perampingan staf dan memangkas beberapa section-nya agar tetap bertahan.

Dengan maraknya penurunan pendapatan di industri percetakan koran maka akan muncul pertanyaan, kemana semua uang dari industri ini pergi? Jawabannya adalah industri media digital. Ketika New York Times mengumumkan penurunan pendapatan sebanyak 19% pada hari Rabu pagi maka beberapa jam kemudian di hari Rabu siang Facebook sebaliknya mengumumkan bahwa pendapatannya yang berasal dari iklan digital meningkat tajam hingga 59%.

Berkembangnya industri periklanan digital membuat Facebook dan Google menjadi duopolistik yang menguasai hampir setengah dari keseluruhan pendapatan pangsa pasar. Meskipun demikian masih banyak media online yang berebut perhatian di pangsa pasar nasional seperti BuzzFeed, the Huffington Post, Vox, Refinery29 dan yang lainnya. Jumlah audiens dari semua media online ini bahkan jauh lebih besar daripada yang pernah diimpikan industri koran nasional pada tahun 1990an.

Bagaimana Dengan Nasib Industri Koran Nasional?

Salah satu cara industri percetakan koran untuk bertahan dari gempuran media online adalah dengan memfokuskan targetnya pada pembaca. Dimana pada tahun 2000 sirkulasi media cetak ini menyumbang 26% dari pendapatan The New York Times. Kemudian di tahun 2014 seiring dengan kolapsnya industri periklanan di media cetak, share sirkulasi meningkat hingga 54% yang di dalamnya termasuk opsi berlangganan koran secara digital. Hingga saat ini 1,6 juta orang berlangganan koran atau aplikasi teka-teki silang dan opsi berlangganan secara digital meningkat pesat jika dibandingkan setahun lalu.

Oleh karena itu media seperti Times dan The Wall Street Journal perlahan kembali ke masa lalu dengan menggunakan model bisnis lama berupa metode berlangganan yang pernah gencar dilakukan pada tahun 1830.

Sejak berakhirnya masa resesi, industri koran dan majalah telah memangkas kurang lebih  113.000 pekerjaan sementara perusahaan penerbitan digital menambahkan sekitar 114.000 pekerjaan. Hal ini terlihat seolah-olah hanya ada pergeseran bentuk media dari kertas menuju layar digital tetapi pada kenyataannya pekerjaan yang dilakukan berbeda. Terdapat pergeseran paralel dimana asalnya berupa reportase berita lokal menjadi reportase berita nasional demi memaksimalkan jumlah pembaca.

Reportase berita nasional mungkin terdengar menjanjikan untuk industri ini tetapi di tengah kolapsnya periklanan cetak, gempuran periklanan digital yang didominasi oleh raksasa Facebook dan Google serta penyortiran jurnalis berdasarkan daerah tentu menjadi kombinasi mematikan untuk kelanjutan industri koran lokal. Sama halnya dengan industri periklanan cetak yang menghilang perlahan maka industri koran lokal juga terancam mengalami hal yang sama.