Tambahkan Waterproofing atau Biarkan Dak Beton Mu Bocor?

Tambahkan Waterproofing atau Biarkan Dak Beton Mu Bocor?

Intiptrik.com – Dak beton dikenal juga dengan pelat lantai. Digunakan untuk konstruksi lantai tingkat atas pada bangunan bertingkat. Terbuat dari struktur beton bertulang yang juga difungsikan sebagai atap dasar. Bahkan juga dapat digunakan untuk bangunan satu lantai.

Dalam dunia konstruksi, beton merupakan peran penting. Beton menjadi tulang punggung berdiri atau tidaknya suatu bangunan. Acuan standar dalam proses perencanaan konstruksi bangunan adalah kuat tekan beton. Hal itu karena proses konstruksi pada beton memiliki standar nilai kuat tekan beton yang berbeda satu sama lain. Untuk meningkatkan kualitas dak beton dapat dilakukan prosedur waterproofing.

Jenis waterproofing dak beton agar kualitas beton menigkat.

1. Waterproofing coating

Waterproofing coating

Waterproofing coating merupakan salah satu cara melindungan dak beton dengan melapisi menggunakan bahan polimer berbentuk cat pelapis.

2. Waterproofing membrane

 

2. Waterproofing membrane

Perlindungan waterproofing membrane dilakukan dengan melapisi beton menggunakan membran atau lembaran yang terbuat dari karet karena cara ini terbilang kuno jika salah pemasangan bisa menyebabkan kegagalan.

3. Integral waterproofing

3. Integral waterproofing

Perlindungan satu ini dilakukan dengan mencampur langsung cairan waterproofing ke dalam beton yang dibuat.

Setelah mengatahui macam-macam waterprofing anda perlu juga mengetahui faktor yang mempengaruhi kekuatan dak beton.

Faktor lain yang pengaruhi kekuatan dak  beton!

Faktor lain yang pengaruhi kekuatan dak  beton!

Beton terbuat dari berbagai material dengan kadar tertentu. Berikut faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan dak beton:

1. Kualitas semen

Semen adalan komponen utama untuk pengerjaan struktur beton. Maka kualitas semen pun menjadi hal yang harus diperhatikan. Jangka waktu penyimpanan semen paling lama yaitu 1 bulan. Semen masih terasa lunak dan lembut ketika tangan Anda menekan kemasan semen menjadi tanda bahwa kualitas semen baik. Begitu sebaliknya, jika sudah terasa keras, tandanya semen sudah disimpan terlalu lama sehingga kualitasnya pun ikut berkurang.

2. Proporsi semen terhadap campuran

Perbandingan semen dengan campuran lain, contohnya air, juga menjadi faktor yang pengaruhi kekuatan beton. Mutu konstruksi beton akan semakin buruk ketika campuran air terlalu banyak. Begitu juga dengan material lain seperti pasir dan kerikil.

3. Ketepatan dalam pemadatan beton

Proses pemadatan beton memberi pengaruh signifikan pada kekuatan beton. Proses pemadatan secara umum terdapat dua metode yaitu pemadatan dalam dan pemadatan luar sehingga baik untuk dilakukan secara tepat dan teliti.

4. Kualitas pelaksanaan

Jika faktor di atas sudah tepat dilakukan dan memenuhi kriteria, akan tetapi proses pelaksanaannya ada yang salah maka akan berpengaruh pada kuat tekan beton yang dihasilkan. Selain itu, ketepatan dalam prosedur waterproofing yang dipilih, mau menggunakan waterproofing membrane, waterproofing integral ataupun waterproofing coating yang merupakan sistem konstruksi modern juga harus sesuai. Agar Anda tidak berakhir dengan mengecewakan siapapun.